Home » Parenting » 10 Cara Cerdas Menghadapi & Mengatasi Anak Tantrum, Ampuh!

10 Cara Cerdas Menghadapi & Mengatasi Anak Tantrum, Ampuh!

10 Cara Cerdas Menghadapi & Mengatasi Anak Tantrum, Ampuh!

Tantrum adalah perilaku normal yang dialami anak-anak, terutama pada usia 2-4 tahun. Tantrum terjadi karena anak sedang belajar untuk mengekspresikan emosinya, dan mereka belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosinya dengan baik.

Saat anak tantrum, orang tua sering merasa frustasi dan marah. Hal ini wajar, karena tantrum dapat mengganggu aktivitas dan membuat orang tua merasa tidak nyaman. Namun, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan sabar saat menghadapi anak tantrum.

10 Cara Cerdas Menghadapi Anak Tantrum

Berikut ini 10 cara cerdas menghadapi anak tantrum:

1. Tetap tenang

Hal terpenting yang harus dilakukan saat anak tantrum adalah tetap tenang. Jika orang tua panik atau marah, anak akan semakin merasa tertekan dan tantrumnya akan semakin parah.

2. Jangan berteriak atau memarahi anak

Berteriak atau memarahi anak hanya akan membuat situasi semakin buruk. Anak akan merasa bahwa orang tua tidak memahaminya, dan mereka akan semakin sulit untuk mengendalikan emosinya.

3. Biarkan anak meluapkan emosinya

Tantrum adalah cara anak untuk mengungkapkan emosinya. Biarkan anak meluapkan emosinya dengan cara yang aman, misalnya dengan menangis, berteriak, atau memukul bantal.

4. Cari tahu penyebab tantrum

Tantrum biasanya terjadi karena anak merasa frustasi, marah, atau tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Setelah mengetahui penyebab tantrum, orang tua dapat mencari solusi yang tepat.

5. Validasi perasaan anak

Biarkan anak tahu bahwa Anda memahami perasaannya. Katakan sesuatu seperti, “Aku tahu kamu marah karena tidak bisa mendapatkan mainan itu.”

6. Berikan pilihan kepada anak

Jika memungkinkan, berikan pilihan kepada anak. Misalnya, jika anak tantrum karena tidak mau makan, tawarkan dua pilihan makanan yang berbeda.

7. Alihkan perhatian anak

Jika tantrum sudah mulai mereda, alihkan perhatian anak ke hal lain yang lebih positif. Misalnya, mainkan permainan atau bacakan cerita untuk anak.

8. Hindari menghukum anak

Menghukum anak saat tantrum hanya akan membuat anak merasa malu dan tidak dicintai. Sebaliknya, berikan pelukan dan kasih sayang untuk menenangkan anak.

9. Konsisten

Penting untuk menerapkan aturan dan konsekuensi yang konsisten untuk anak. Hal ini akan membantu anak belajar untuk mengendalikan emosinya.

10. Bicaralah dengan anak tentang tantrum

Saat anak sudah tenang, bicarakan tentang tantrum yang terjadi. Jelaskan kepada anak bahwa tantrum adalah perilaku yang tidak baik, dan bantu anak untuk mencari cara yang lebih baik untuk mengekspresikan emosinya.

Dengan menerapkan cara-cara di atas, orang tua dapat membantu anak untuk menghadapi tantrum dengan lebih baik. Tantrum akan menjadi bagian dari masa pertumbuhan anak, dan dengan bimbingan yang tepat, anak akan belajar untuk mengendalikan emosinya dengan lebih baik di hari-hari berikutnya.

Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk menghadapi anak tantrum:

  1. Jika anak tantrum di tempat umum, cobalah untuk membawanya ke tempat yang lebih tenang.
  2. Jika anak tantrum karena lelah atau lapar, beri anak istirahat atau makanan.
  3. Jika anak tantrum karena sakit, bawa anak ke dokter.
  4. Jika anak tantrum secara berlebihan, konsultasikan dengan ahlinya.

Dengan memahami penyebab dan cara menghadapi tantrum, orang tua dapat membantu anak untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Penyebab Anak Tantrum

Tantrum yang normal biasanya berlangsung selama 20-30 menit dan tidak terjadi terlalu sering. Jika tantrum anak berlangsung lebih lama dari itu, atau terjadi terlalu sering, maka mungkin ada masalah yang mendasarinya.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan tantrum pada anak meliputi:

  1. Kelelahan
  2. Rasa lapar
  3. Rasa sakit
  4. Rasa frustasi
  5. Ketidakmampuan untuk berkomunikasi
  6. Ketidakmampuan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
  7. Perubahan rutinitas
  8. Kurangnya perhatian dari orang tua

Ciri-Ciri Anak Tantrum

Berikut adalah beberapa ciri anak tantrum:

  1. Mengamuk, menangis, berteriak, atau menjerit
  2. Membantah atau menolak untuk melakukan sesuatu
  3. Melempar barang-barang
  4. Berguling-guling di lantai
  5. Memukul atau menendang orang lain
  6. Mencakar diri sendiri
  7. Menangis histeris
  8. Sulit ditenangkan

Jika Anda merasa bahwa anak Anda mengalami tantrum yang berlebihan, atau jika tantrum mereka mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog anak, agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mereka dapat membantu Anda menentukan penyebab tantrum dan mengembangkan strategi untuk membantu anak Anda mengatasinya. Sekian artikel kali ini mengenai penyebab, ciri-ciri, cara mengatasi dan menghadapi anak tantrum, semoga bermanfaat.

Referensi:

  1. https://www.alodokter.com/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak
  2. https://www.halodoc.com/artikel/kenali-jenis-tantrum-yang-sering-dilakukan-anak

Bagikan artikel